Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 April 2013

AWAS!! Ternyata Patah Hati Bisa Menyebabkan Kematian


Galau. Ya, galau sekarang ini sudah menjadi penyakit dikalangan anak muda. Galau yang dirasakan biasanya disebabkan sakit hati karena cinta. Tapi jangan salah, sakit hati karena cinta juga berbahaya bagi kesehatan tubuh. Bahkan menurut penelitian, patah hati bisa berisiko kematian.

Penelitian yang melibatkan 2.000 orang dan diterbitkan dalam jurnal Circulation itu menemukan bahwa orang yang sakit hati karena cinta memiliki risiko terkena serangan jantung 21 kali lebih tinggi pada hari kejadian, dan enam kali lebih tinggi pada hari normal dalam minggu pertama (setelah patah hati).

Para ilmuwan percaya bahwa peningkatan risiko tersebut akibat kombinasi dari tingkat  stres, kurang tidur dan lupa minum obat secara teratur. Stres psikologis yang berhubungan dengan kesedihan dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan dan pembekuan darah. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya serangan jantung.

Pemimpin penelitian dan pakar kesehatan jantung dari Harvard Medical School, Dr. Murray Mittleman mengatakan, “Selama masih merasakan kesedihan ekstrim dan tekanan psikologis, Anda masih perlu mengurus diri sendiri dan mencari pengobatan medis untuk gejala yang berhubungan dengan serangan jatung. Pengasuh, penyedia pelayanan kesehatan dan si penderita sendiri perlu mengenali periode saat
mereka berisiko tinggi pada hari dan minggu setelah mendengar kabar kematian seseorang.”

Kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti mempelajari 1.985 orang yang selamat dari serangan jantung dan mencatat beberapa dari mereka yang baru saja mengalami patah hati atau sedang berduka. Dari peserta penelitian diketahui, 270 orang telah kehilaan kerabat dekatnya pada enam bulan sebelumnya, termasuk 19 orang yang juga kehilangan seseorang sekaligus terkena serangan jantung di
waktu yang sama.

“Kami menemukan bahwa stres dan emosional tingkat tinggi dapat memicu serangan jantung. Tapi kita tidak boleh melupakan fakta bahwa serangan jantung yang dipicu oleh stres biasanya hanya terjadi pada orang yang sudah memiliki sejarah penyakit jantung. Ini sangat penting untuk selalu minum obat bagi mereka yang memiliki atau berisiko sakit jantung. Jangan mengabaikan minum obat setelah Anda merasakan kesedihan yang sangat berat,” jelas Profesor Peter Weissberg dari British Heart Foundation, seperti yang dikutip dari Huffingtonpost.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa wanita sembilan kali lebih mudah mengalami 'sindrom patah hati' trauma emosional atau rasa shock yang bisa memciu gejala serangan jantung atau masalah jantung lainnya.

http://kabartop.com/awas-ternyata-patah-hati-bisa-menyebabkan-kematian/

Kesepian Dapat Memperburuk Kesehatan

Jombo Kesepian
Kesepian bukan hanya membuat orang merasa tidak bahagia, tetapi juga membuat mereka merasa benar-benar tidak aman, baik secara mental maupun fisik. Dan ternyata sampai sekarang pun kesepian masih merupakan hal yang dapat mengancam jiwa seseorang, setidaknya dari sisi kesehatan.
 
Seperti dilansir Berbagaihal.com, Minggu (15/04/2012). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kesepian dapat membuat kesehatan seseorang memburuk, dan bahkan menuju pada kesepian yang lebih intens lagi.

John Cacioppo, seorang psikolog sosial dari Universitas Chicago yang mempelajari efek biologis dari kesepian, telah menemukan, misalnya, kesepian terkait dengan pengerasan pembuluh darah (yang menyebabkan tekanan darah tinggi), peradangan dalam tubuh, dan bahkan masalah pada proses belajar dan memori.

Dalam sebuah penelitian, Cacioppo dan koleganya meneliti bagaimana sistem kekebalan tubuh berubah dari waktu ke waktu pada orang yang terisolasi secara sosial.

Mereka mengamati perubahan dalam jenis gen pada sistem kekebalan tubuh orang yang kesepian tersebut. Beberapa gen dalam individu-individu yang kesepian seperti gen yang banyak terlibat dalam aktivasi sistem imun dan peradangan ditemukan dalam jumlah yang sangat berlebih.

Sementara beberapa gen lainnya ditemukan dalam jumlah yang kurang dari biasanya, seperti yang dijumpai pada gen yang terlibat dalam respon antivirus dan produksi antibodi. Kombinasi hal di atas menjadikan tubuh seseorang yang kesepian akan memiliki pertahanan tubuh terhadap penyakit yang buruk.

Sistem kekebalan tubuh harus membuat keputusan antara memerangi ancaman virus atau melindungi tubuh terhadap invasi bakteri karena hanya memiliki “kemampuan tempur” yang terbatas dan tetap.
Pada orang kesepian yang melihat dunia sebagai tempat yang mengancam, sistem kekebalan tubuh mereka memilih untuk fokus pada ancaman bakteri daripada virus.

Tanpa perlindungan antivirus dan antibodi tubuh terhadap berbagai penyakit, seseorang lebih rentan untuk menderita semua penyebab kematian, seperti kanker, infeksi dan penyakit jantung. Selain itu, kesepian juga akan meningkatkan kadar hormon stres kortisol dalam sirkulasi darah.

Hormon ini akan memicu peningkatan tekanan darah ke dalam zona bahaya untuk menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Peningkatan tekanan darah akan menyebabkan otot jantung bekerja lebih keras dan pembuluh darah akan mudah mengalami kerusakan karena turbulensi aliran darah. Yang lebih parah lagi kesepian juga dapat merusak kualitas tidur, sehingga tidur seseorang kurang restoratif, baik secara fisik maupun psikologis.

Orang yang terisolasi secara sosial akan sering terbangun di malam hari dan menghabiskan lebih sedikit waktu di tempat tidur mereka dengan benar-benar tidur. Yang berarti tubuh akan kekurangan waktu untuk mengistirahatkan organ-organ dan meregenerasi sel-sel tubuh.

Studi ini juga menemukan bahwa orang kesepian cenderung menilai interaksi sosial dengan negatif dan membentuk kesan buruk dari orang yang mereka temui. Sama seperti ancaman sakit fisik, kesepian melindungi tubuh sosial anda dan memungkinkan anda tahu kapan hubungan sosial mulai renggang. Hal ini menyebabkan otak untuk terus waspada terhadap ancaman sosial yang selanjutnya dapat menghasilkan hiper-reaktifitas pada perilaku negatif orang lain. Sehingga memungkinkan orang tersebut untuk terjatuh pada kesepian yang lebih dalam lagi.

http://kabartop.com/penelitian-kesepian-dapat-memperburuk-kesehatan/